Susunan Surat dalam al-Qur'an, Disusun oleh siapa?

 



Terkait susunan surat-surat dalam Al-Qur’an, maka dilihat pada pendapat para ulama; sebagai berikut :

Pendapat pertama, Bahwa surat-surat dalam Al-Qur’an tersusun berdasarkan Tauqifiy (wahyu), atau ketika diturunkannya Al-Qur’an dari Allah Swt. Itu sudah tersusun seperti saat ini.

Diantara  ulama yang berpendapat bahwa surat-surat tersusun berdasarkan wahyu Allah Swt. Itu ialah Abu bakar al-anbari, abu ja’far an-nuhas, ibn hasshar dan lainnya; Mereka berpendapat bahwa surat-surat sudah tersusun di-lauh mahfudz sebelum turunnya ke langit dunia sebagaimana ayat dan huruf-huruf Al-Qur’an yang kita ketahui sampai saat ini.

            Pendapat kedua, Bahwa surat-surat dalam Al-Qur’an itu tersusun berdasarkan ijtihad Para Sahabat –semoga Allah Swt. meridhai mereka--. Pendapat kedua inilah yang dipegang oleh jumhur ulama, dengan memberikan beberapa dalil/bukti; Diantaranya :

1.      Kalaulah surat-surat itu tersusun berdasarkan wahyu Allah Swt. mungkin tidak akan ada perbedaan diantara sahabat. Seperti dalam mushaf ibnu mas’ud, susunannya itu adalah Al-Baqarah, An-Nisa, lalu Ali-imran. Namun dalam mushaf ubay, susunannya itu Al-Fatihah, Al-Baqarah, An-Nisa, lalu Ali-imran.

2.      Hadits riwayat Imam Muslim, yang diterima oleh hudzaifah –semoga Allah Swt. meridhainya—Bahwasannya Nabi Saw. Solat membaca Al-Baqarah, An-Nisa, lalu Ali-imran dalam satu raka’at. Maka menurut iyadh, ini menjadi dalil bahwa surat tersusun berdasarkan ijtihad para shahabat ketika mereka menulis mushaf.

            Pendapat ketiga, Bahwasannya sebagian surat-surat itu tersusun berdasarkan tauqifiy (wahyu Allah Swt.), dan sebagiannya lagi  berdasarkan ijtihad shahabat. Dan pendapat ketiga ini lebih mengkompromikan antara kedua pendapat diatas.

            Pendapat yang paling kuat, Bahwasannya surat-surat tersusun bedasarkan tauqifiy (wahyu Allah Swt.). Pendapat inilah yang dipegang oleh penulis Kitab Ulumul Qur’an, yaitu Ar-rumi. Setelah melihat beberapa dalil/bukti yang dikeluarkan oleh beberapa pendapat, Ia berkesimpulan bahwa surat-surat tersusun berdasarkan tauqifiy (wahyu Allah Swt.), karena ia meyakini dalil/bukti yang dipaparkan oleh pendapat yang pertama, selama tidak ada dalil yang sangat kuat yang menyatakan bahwa surat-surat tersusun berdasarkan ijtihad para shahabat.

­

Disadur dari Kitab Dirasat fi ‘Ulum al-Qur’an, Karya Fahd Ibn Abdurrahan Ibn Sulaiman ar-Rumi.

Wallahua'lam