فضل العلم و المتعلّم
Oleh : Muhamad Redho al-Faritzi
(Santri Pesantren Persis 27 Situaksan Bandung)
Pembukaan :
الحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتِ، وَبِالْعَمَلِ وَالطَّاعَةِ تَطِيْبُ الْحَيَاةُ وَتَتَنَزَّلُ الْبَرَكَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَن اتبَعَهم بإحسان. أَمَّا بَعْدُ
أَوَّلاً، حَيَّ نَشْكُرُ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ الَّذِي قَدْ أَنْعَمَنَا نِعَمًا كَثِيْرَةً حَتَّى نَسْتَطِيْعَ أَن نَجتمع فِي هذَا الْمَكَانِ الْمُبَارَكِ، فِي مَعْهَدِنَا الْحَبِيْبِ إِنْ شَاءَ اللهُ.
ثَانِيًا، صَلاَةً وَسَلاَمًا عَلَى حَبِيْبِنَا الْمُصْطَفَى قُدْوَةُ
اْلأُمَّةِ وَإِمَامُ الْمُرْسَلِيْنَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ،
الَّذِي قَدْ أَخْرَجَنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ وَكَذَلِكَ إِلَى
صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ، وَأَكْمَالَ حَيَاتَنَا بِنُوْرِ اْلإِسْلاَمِ
وَاْلإِيْمَانِ وَاْلإِحْسَانِ
أَنَا سَعِيْدٌ أَنْ أَقِفَ أَمَامَكُمْ جَمِيْعًا ِلأَخْطُبَ خُطْبَةً عَرَبِيَّة
المُحْتَرَمُوْنَ... مدير العام... الأَسـاتِذَة... أخي و أختي... وَجَمِيْعُ
الأَصْحَـابِ الأَحِبَّـاءِ...
Materi :
أَيُّهَا الإِخْوَةُ،
إِعْلَمُوا إنَّ الْعُلَماءَ وَرَثَةُ الأنْبِياءِ وإنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ
يُوَرِّثُوْا دِينَارًا وَلاَ دِرْهَمًا وإنَّمَا ورَّثُوا الْعِلْمَ، فَمنْ
أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ. (رواهُ أَبُو داود والترمذيُّ)
إِعْلَمُوا أَنَّ
العِلْمَ نُورٌ. نُوْرٌ يَهْدِيْكَ إِلَى أَنْ تَكُوْنَ أَقْرَبَ إِلَى رَبِّكَ
وَإِلَى هَدَفِكَ وَغَايَتِكَ. وَالعَكْس، وَالْجَهْلُ ظُلْمٌ ، لا يهديك إِلَى
هَدَفِكَ وَغَايَتِكَ ، بَلْ إِلَى أَنْ تَكُوْنَ أَقْرَبَ إِلَى رَبِّكَ. يَسُوْقُكَ
أَنْ تَكُوْنَ أَبعَدَ مِن رَبِّكَ وَالْجَهْلُ يَهْدِمُ بَيْتَ الْعِزِّ
وَالشَّرَفِ.
كَمَا قِصَّة الإِمَام
الشَّافِعِي، َشكَى إلى ُأْستَاذِهِ الإَمَام وَكِيعِ عَنْ سُوءِ حَفْظِي. قال :
شَكَوْت إلَى وَكِيعٍ سُوءَ حِفْظِي فَأَرْشَدَنِي إلَى تَرْكِ الْمَعَاصِي
وَأَخْبَرَنِي بِأَنَّ الْعِلْمَ نُورٌ وَنُورُ اللَّهِ لَا يُهْدَى لِعَاصِي.
أَيُّهَا الإِخْوَةُ
، إِعْلَمُوا أَنَّ العِلْمَ يَرْفَعُ بَيْتًا لاَ عِمَادَ لَه و يَرْفَعُ صَاحِبُهُ
أو طَالِبُهُ مِنَ النَّاسِ و مِنَ اللهِ ، في الدُّنيَا و الأَخِرَة. كَمَا قال اللهُ
عَزَّ وَجَلَّ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ ،
يَرۡفَعِ اللّٰهُ
الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا مِنۡكُمۡ ۙ وَالَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡعِلۡمَ دَرَجٰتٍ ؕ
وَاللّٰهُ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ خَبِيۡرٌ
(السورة المجادلة
آية ١١)
كَثِيرٌ جِدًّا مِن
فَضلِ العِلمِ، لاَ يَرفَعُ صَاحِبُهُ أو طَالِبُهُ دَرَجٰتٍ فَقَط،
العِلْمُ أَيضًا يسْتَطِيْعَ
يَدخُلُ صَاحِبُهُ أو طَالِبُهُ إلى الجَنّةِ.
وَقَالَ رَسُوْلُ
اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ
عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّة
المُهِم، و الأَفضَال،
قَد نَعلَمُ أَنَّ قَبلَ طَلَبِ العِلمِ لاَ بُدَّ عَلَينَا تَعَلَّمُوا الأَدَب.
كَمَا قال كَثِيرٌ مِنَ العُلَمَاءِ : تَعَلَّمُوا الأَدَب قَبلَ تَعَلَّمُوا العِلْمَ.
لِمَاذ؟ لِأَنَّ بِتَعَلُّمِ الأَدَب يُصبِحُ مِنَ السَهلِ فَهمِ العِلمِ
والآخر، لاَزِمٌ وَوَاجِبٌ
عَلَينَا تَجدِيدَ النِّيَة لِطَلَبِ العِلمِ. عَلَى مَا؟ لِمَاذَ؟ و ِلَمَنْ؟
Penutupan :
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Terjemah Materi :
Wahai saudaraku, ketauhilah sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi. Sungguh para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (H.R. At-Tirmidzi, Abu Dawud).
Ketauhilah,
bahwasannya ilmu adalah cahaya. Dan cahaya bisa memberi petunjuk padamu agar
lebih dekat dengan tuhanmu, juga dengan tujuan dan cita-citamu. Tapi
sebaliknya, bodoh itu kegelapan, tidak akan bisa memberi petunjuk padamu untuk
mencapai tujuan dan cita-citamu, bahkan menjadikan dekat dengan tuhanmu juga
tak bisa. Kegelapan membawamu ke jalan yang jauh dari tuhanmu dan bodoh
menjauhkanmu dari kemuliaan.
Sebagaimana
kisah imam asy-Syafi’I, ia mengadu kepada gurunya yaitu imam waki’ tentang
hafalannya yang jelek. Ia berkata : “aku mengadu kepada imam waki’ tentang
hafalan ku yang jelek, maka ia memberi petunjuk padaku agar meninggalkan
maksiat, dan ia memberitahu bahwa ilmu itu cahaya, dan cahaya tidak akan masuk
kepada orang yang bermaksiat.
Wahai
saudaraku, ketauhilah bahwa ilmu dapat , mengangkat suatu rumah yang tidak ada
tiang padanya, dan mengangkat derajat pencarinya dihadapan manusia juga Allah,
di dunia juga di akhirat. Sebagaimana Allah berfirman dalam al-Qur’an :
يَرۡفَعِ اللّٰهُ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا مِنۡكُمۡ ۙ وَالَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡعِلۡمَ دَرَجٰتٍ ؕ وَاللّٰهُ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ خَبِيۡرٌ
(السورة المجادلة آية ١١)
Banyak sekali keutamaan Ilmu, tidak hanya dapat mengangkat derajat pencarinya, tapi ilmu juga dapat memasukan pencarinya ke surga. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. :Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga
Dan
yang terpenting adalah, bahwasannya kita sudah mengetahui bahwa sebelum mencari
Ilmu kita harus mempelajari adab terlebih dahulu. Sebagaimana yang dikatakan
oleh banyak ulama : pelajarilah adab, sebelum mempelajari Ilmu. Mengapa? Karena
dengan mempelajari adab kamu dapat lebih mudah untuk memahami Ilmu.
Dan
yang akhir, wajib bagi kita untuk memperbaharui niat kita dalam belajar. Untuk apa
kita belajar? Untuk siapa kita belajar? Dan mengapa kita belajar?
Terjemah Penutupan :
Dicukupkan
saja pidato saya pada kesempatan ini, jika kalian menemukan dariku kesalahan,
itu datangnya dari saya sendiri. Jika menemukan dari saya kebenaran, percayalah
bahwa itu datangnya dari Allah.
