Muhamad Redho al-Faritzi
Setelah wafatnya Rasulullah saw,
islam terpecah menjadi beberapa kelompok. Diantaranya adalah Khawarij,
Mu'tazilah, Murji'ah, Syi'ah dan masih banyak yang lainnya. Tentunya ini
menjadi sebuah luka sejarah bagi kaum muslimin. Secara tidak langsung , dengan
adanya pepercahan ini seakan-akan menafikan perjuangan dakwah rasulullah sejak
dulu, yang mengerahkan seluruh hidupnya hanya untuk mendakwahkan dan menegakkan
agama Islam.
Namun, dari kelompok-kelompok
tersebut yang tersisa kuat sampai hari ini adalah Syi'ah. Mengingat syi'ah
merupakan Ahlul-Bid'ah terbesar, tertua, dan terkekal yang melawan islam
Ahlu-Sunnah wal-jama'ah atau biasa disebut Islam Sunni. Sehingga secara
umum dipahami oleh dunia internasional bahwa Islam itu ada dua; Sunni (Ahlu-Sunnah)
dan Syi'i (Syi'ah).[1]
Perbedaan Sunni dan Syi'ah kerap
menjadi persoalan hingga memicu konflik antarsesama umat Islam. Karena
mengingat adanya penyimpangan beberapa ajaran Syi'ah dari ajaran Ahlusunnah,
yang sehingga konflik diantara keduanya terus saja ada sampai saat ini.
Ajaran dan doktrin-doktrin Syi'ah terus disebarkan, termasuk di Indonesia. Melalui media-media semacam radio, website dan televisi khusus milik Syi'ah, seperti IRIB (Radio Iran siaran Bahasa Indonesia), Hadi TV, TV al-Manar dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, penyebarannya pun diperkuat oleh Situs-situs Web khusus milik komunitas Syi'ah, yang tercatat ada 25 Situs Web. Ditambah dengan banyaknya Lembaga-lembaga, seperti Pondok Pesantren, Yayasan, dan lembaga Penerbitan. Maka tidak aneh jika Syi'ah terus bertahan sampai hari ini. Tidak seperti Mu'tazilah, Murji'ah dan lain-lain, yang media penyebarannya sangat lemah dan tentunya minim generasinya.
Oleh karena itulah, Syi'ah disebut Ahlul-Bid'ah tertua, terbesar, dan terkekal. Mereka disebut Ahlul-Bid'ah karena membuat bid'ah-bid'ah yang sama sekali tidak diajarkan Nabi saw. Bid'ah-bid'ah sesat yang mereka buat pada pokoknya adalah (1) Imamah, (2) 'ishmah, (3) Mahdiyyah, (4) penghinaan terhadap shahabat, (5) taqiyyah, dan (6) tahrif al-Qur'an.[2]
Para Ulama pakar perbandingan aliran Islam mencatat bahwa Syi'ah
itu ada 3 jenis golongan : Pertama, Syi'ah Ghaliyah' atau
'Ghulat' yang berpandangan ekstrim seputar Ali bin Abi Thalib ra sampai pada
taraf menunhankan Ali atau menganggapnya nabi. Kelompok ini sangat jelas
kesesatan dan kekafirannya. Kedua, Syi'ah 'Rafidlah yang
mengklaim adanya nash/teks wasiat penunjukan Ali sebagai khalifah dan berlepas
diri dari dan bahkan mencaci dan mengkafirkan para khalifah sebelum Ali dan
mayoritas para sahabat nabi. Kelompok ini telah meneguhkan dirinya ke dalam
sekte Imamiyah Itsna Asyariah dan Isma'iliyah. Golongan ini disepakati
kesesatannya oleh para ulama, tapi secara umum tidak mengkafirkan mereka. Ketiga,
Syi'ah 'Zaidiyah' yaitu pengikut Zaid bin Ali Zainal Abidin yang mengutamakan
Ali atas sahabat lain dan menghormati serta loyal kepada Abu Bakr dan Umar
sebagai khalifah yang sah.[3]
Para Ulama islam pun tentunya murka dengan adanya kelompok Syi'ah
ini. Namun umumnya Ulama Sunni menerima madzhab Zaidiyah. Mengingat mereka
masih menerima kekhalifahan Abu Bakar, Umar dan Utsman ra dan tidak
mengkafirkan mereka. Para Ulama Sunni pun masih mengakui dan merujuk
kitab-kitab Ulama yang bermadzhab Zaidiyah, seperti Nailul-Authar
(syarah hadits) dan Irsyad al-Fuhul (ushul fiqih) karya Imam
As-Syaukani. Juga kitab subul as-salam syarah Bulugh al-Maram karya Imam
as-Shan'ani.
Namun berbeda dengan tokoh sunni Indonesia, yakni KH. Hasyim Asy'ari,
beliau menolaknya dan menyatakan mazhab Imamiyah dan Zaidiyah keduanya tidak
sah diikuti umat Islam dan tidak boleh dipegang pendapatnya sebab mereka adalah
ahli bid'ah[4].
Pendapat pendiri NU (Nahdlatul Ulama) ini patut dibenarkan, apapun itu syi'ah
nya, umat islam harus tetap berhati-hati terhadap Syi'ah. Kalo memang benar
syi'ah Zaidiyah tidak sesat, mengapa namanya harus Syi’ah? Tidak Muslim saja?
Maka dari hal inilah dinilai adanya sebuah kekeliruan. Sehingga tetap tidak
boleh masuk atau mengikuti Syi’ah zaidiyah ini, karena masih adanya kekeliruan
meskipun tidak sampai sesat. Mengingat dengan adanya syi'ah ini, islam terpaksa
harus terbagi menjadi dua. Namun dengan pembagian ini bukannya menjadikan islam
tambah kuat dan dakwah islam semakin tersebar, ini malah seperti menjadi 'musuh
dalam selimut' bagi islam, dengan banyaknya ajaran yang menyimpang dari ajaran
Rasulullah saw.
Berikut adalah tabel ajaran-ajaran Syi'ah
yang menyimpang dari ajaran Ahlusunnah yang telah
diajarkan Rasulullah saw. :
|
No |
Perihal |
Sunni |
Syi'ah |
|
1. |
Rukun Islam |
1.
Syahadatain 2.
Shalat 3.
Puasa 4.
Zakat 5.
Haji |
1.
Shalat 2.
Shaum 3.
Zakat 4.
Haji 5.
Wilayah |
|
2. |
Rukun Iman |
1.
Iman kepada
Allah 2.
Iman kepada
Malaikat 3.
Iman kepada
kitab-kitab-Nya 4.
Iman kepada
Rasul-Nya 5.
Iman kepada
Hari Akhir 6.
Iman kepada
Qadla-Qadar |
1.
Tauhid 2.
Nubuwwah 3.
Imamah 4.
Al-'Adl 5.
Al-Ma'ad |
|
3. |
Syahadat |
Dua kalimat Syahadat |
Tiga kalimat Syahadat (ditambah menyebut 12 imam) |
|
4. |
Imam |
Percaya kepada imam-imam bukan rukun iman (imam tidak terbatas) |
Percaya kepada 12 imam mereka, termasuk rukun iman |
|
5. |
Khilafah |
Khulafa'Rasyidin adalah Khulafa' yang sah |
Khulafa' Rasyidin selain Sayyidina Ali tidak sah |
|
6. |
Ma'shum |
Khalifah (imam) tidak masuk |
Para Imam adalah Ma'sum |
|
7. |
Sahabat |
Dilarang mencaci setiap sahabat |
Mencaci para sahabat dan menganggap para sahabat banyak yang
murtad |
|
8. |
Istri Rasulullah |
1.
Sayyidah
Aisyah sangat dihormati 2.
Para Istri
Rasul termasuk ahlul-bait |
1.
Sayyidah
Aisyah dicaci maki 2.
Para istri
Rasul bukan ahlul-bait |
|
9. |
Al-Qur'an |
Tetap orsinil |
Sudah diubah oleh para sahabat |
|
10. |
Hadits |
1.
Shahih al-Bukhori 2.
Shahih Muslim 3.
Sunan Abu
dawud 4.
Sunan
at-Tirmidzi 5.
Sunan Ibn
Majah 6.
Sunan
An-Nasa'i |
1.
Al-Kaafi 2.
Al-Istibshor 3.
Man laa
Yadhurruhu al-faqih 4.
At-Tahdzib |
|
11. |
Surga dan Neraka |
Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan
Rasul-Nya. Neraka diperuntukkan bagi orang yang tidak taat kepada Allah dan
Rasul-Nya |
Surga diperuntukkan bagi bagi orang-orang yang cinta kepada Imam
Ali. Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Ali |
|
12. |
Raj'ah[5] |
Tidak ada aqidah Raj'ah |
Meyakini Aqidah raj'ah |
|
13. |
Imam Mahdi |
Imam Mahdi adalah sosok yang akan membawa keadilan dan kedamaian |
Imam Mahdi kelak akan membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti
Fatimah serta Ahlul-bait yang lain. Selanjutnya membangunkan Abu Bakr, Umar,
Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa. |
|
14. |
Mut'ah |
Haram |
Halal dan Dianjurkan |
|
15. |
Khamr |
Tidak suci/ Najis |
Suci |
|
16 |
Air |
Air yang telah dipakai istinja' (cebok) najis |
Air yang telah dipakai istinja' (cebok) suci |
|
17. |
Shalat |
1.
Meletakkan
tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya Sunnah 2.
Membaca Amin
Sunnah 3.
Shalat Dhuha
Sunnah |
1.
Meletakkan
tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya membatalkan shalat 2.
Membaca Amin
membatalkan shalat 3.
Shalat Dhuha
tidak dibenarkan |
Sumber : Buku Mungkinkah
Sunnah-Syi'ah Dalam Ukhuwah? Jawaban Atas Buku Dr. Quraish Shihab
(Sunnah-Syi'ah Bergandengan Tangan Mungkinkah?) diterbitkan oleh Pustaka
Sidogiri, Pasuruan, cet. 3, tahun 2012. [6]
Dengan adanya tabel ini, sudah jelas
bahwa Sunni dan Syi'ah tidak mungkin pernah bisa bersatu. Mengingat sulitnya
menghapus ajaran dan doktrin menyimpang yang mendarah daging di dalam diri
Syi'ah. Ukhuwah atau persatuan dalam islam memang penting, namun sebelum itu,
Aqidah jauh lebih penting dan harus terus dipertahankan.
Bersatunya Sunni dan Syi'ah hanyalah mimpi belaka yang tidak akan pernah terwujudkan, sampai kapanpun itu dan dimana pun itu. Maka dari itu, sudah seharusnya umat Islam menjaga aqidah dan membentenginya dari bahaya Syi'ah. Serta mengajarkan kepada anak-anak dan generasi-generasi Islam selanjutnya, agar mengenal lebih jauh aliran-aliran sesat seperti Syi'ah ini. Umat islam juga jangan sampai lengah, lemah dan lamban merespon ajaran-ajaran sesat Syi'ah ini, yang sudah tumbuh dan meluas kemana-mana dengan media dan lembaga-lembaganya, sehingga kuat kehadirannya hingga saat ini.
Maka intinya adalah, Syi'ah itu bersejarah, namun tak membawa berkah.
Wal-Lahu a'lam
[1] Nashruddin Syarief, Islam Tanpa
Sesat : Membedah Akar Pemikiran Aliran Sesat, (Bandung : Tsaqifa
Publishing, 2015), hal. 98
[2] Nashruddin Syarief, loc. cit.
[3] Tim Penulis MUI Pusat, Mengenal
& Mewaspadai Penyimpangan Syi'ah di Indonesia, (FORMAS) hal. 34
mengutip dari Dr. Ali Muhammad As-Shallabi, Khawarij dan Syi'ah dalam
Timbangan Ahlussunnah wal Jamaah, (Pustaka Al-Kautsar, 2011) hal.146
[4] Ibid. hal. 34 Mengutip dari
Syaikh Muhammad Hasyim Asy'ari, Risalah fi Ta'akkud al-Akhdzi bi al Madzahib
al-'Arba'ah, (Jombang: Maktabat At-Turats Al-Islam), hal. 29
[5] الرجعة
يعتقد أصحاب هذه العقيدة، أن عليا لم يمت بل هو حي مختف، وسيعود فيملأ الأرض عدلا
كما ملئت جورا. وبعضهم يجعل ذلك لإمامهم من أولاد علي كالكيسانية، الذين اعتقدوا
أن محمد بن الحنفية حي بجبال رضوى، عن يمينه أسد وعن يساره نمر، تحدثه الملائكة
يأتيه رزقه غدوا وعشيا، ولا يموت حت يملأ الأرض عدلا، كما ملئت جورا (الحديث
والمحدثون)
[6] Ibid. hal. 85-87
