Materi Dakwah
Oleh : Remaja Masjid At-Taqwa
Kegalauan itu ada dua keadaan:
1.Keadaan yang pertama karena ada sebab.
Biasanya karena terlalu menginginkan sesuatu. Terlebih
ketika hati kita sangat menginginkan dunia. Entah itu berupa harta ataupun
berupa kedudukan ataupun berupa perkara-perkara lain dari urusan dunia. Ketika
hati kita sangat menginginkannya, bahkan kita khawatir tidak mendapatkannya,
hati kita sering gundah-gulanah dan galau. Apalagi di saat kita tidak berhasil
mendapatkannya, kita menjadi sedih sekali. Maka dari itu jangan sampai
keinginan kita yang terbesar adalah kehidupan dunia.
2. Galau yang datang tiba-tiba tanpa sebab. Tiba-tiba hati
kita galau, tiba-tiba hati kita sedih.
Kegundahan seperti itu biasanya akibat dari pada dosa atau
kita pernah menginginkan berbuat dosa dan memikirkan dosa. Akhirnya Allah
Subhanahu wa Ta’ala memberikan kepada kita
sanksi dengan cara dijadikan hati kita galau, gundah-gulana, tanpa sebab.
Apa yang kita lakukan ketika galau?
1. BANYAK BERDZIKIR KEPADA ALLAH
Karena tidak ada sesuatu yang bermanfaat untuk hati yang
galau dari berdzikir kepada Allah. Karena dengan berdzikir itulah hati menjadi
tenang dan tentram. Allah Ta’ala
berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّـهِ تَطْمَئِنُّ
الْقُلُوبُ
“Ketahuilah hanya dengan
berdzikir kepada Allah hati menjadi tenang dan tentram.” (QS. Ar-Ra’d[13]: 28)
2. MEMPERBANYAK BACA QUR’AN
Karena Al-Qur’an adalah
obat apa yang ada di dalam hati. Allah berfirman dalam surat Yunus ayat 57
{٥٧:يَا أَيُّهَا
النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي
الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ﴿
“Wahai manusia, telah datang
kepada kamu peringatan dari Rabbmu dan penyembuh apa yang ada di dadamu dan
petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus[10]: 57)
Berarti Al-Qur’an adalah
penyembuh. Sedangkan galau, gundah-gulana, itu merupakan penyakit hati. Maka
Al-Qur’an disebut oleh Allah sebagai penyembuh
apa yang ada di hati. Maka disaat itu kita banyak membaca Al-Qur’an, mentadabburi Al-Qur’an,
insyaAllah dengan cara seperti itu hilanglah kegalauan kita.
3. BANYAK-BANYAK KITA MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH
SUBHANAHU WA TA’ALA
Kita harus ingat, sesuatu yang kita harapkan, yang kita
inginkan, tidak mungkin bisa kita raih kecuali dengan izin dari Allah. Apabila
kita bertawakal hanya kepada Allah dan kita serahkan semuanya kepada Allah, dan
kita berusaha untuk ridha dengan ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala, insyaAllah hati kita tidak akan gundah-gulana, hati kita
tidak akan galau.
Kenapa?
Karena hati kita sudah menyerahkan semuanya kepada Allah
yang terbaik. Apa yang terbaik di sisi Allah, itulah yang kita terima dan kita
berusaha untuk ridha menerimanya.
4. JANGAN MENGADU KEPADA MANUSIA
Disaat kita gundah-gulana, disaat kita galau, jangan
sekali-kali kita mengeluh dan mengadu kepada manusia. Karena mengadu kepada
manusia tidak ada manfaatnya sama sekali. Adukanlah kepada Allah. Sebagaimana
Nabi Ya’qub ketika sedih karena kehilangan
anaknya yang bernama Nabi Yusuf ‘Alaihish
Shalatu was Salam, maka ia berkata:
إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى
اللَّـهِ
“Sesungguhnya aku hanya
mengadukan kesedihanku, kesusahanku, hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. Yusuf[12]: 86)
